Skip to main content

Periodisasi atau Fase Perkembangan Manusia

Table of Content [ ]

Pojokbaca.org - Periodisasi perkembangan merupakan pembagian semua periode perkembangan seseorang ke periode-periode tertentu, berkaitan dengan hal tersebut di sini kami akan mengulas dan ingin menjelaskan mengenai beberapa hal yang berlangsung dalam periodisasi perkembangan baik secara Psikologis, Didaktis, Biologis, konsep tugas perkembangan, serta periodisasi perkembangan berdasarkan konsep Islam.

Di mana hal itu belum diketahui oleh banyak orang karena minimnya pengetahuan dan wawasan tentang itu. Diharapkan dengan adanya tulisan ini bisa meningkatkan wacana dan pengetahuan terhadap periodisasi perkembangan anak.

Pengertian Periodisasi Perkembangan

Periodisasi perkembangan ialah pembagian semua periode perkembangan seseorang ke periode tertentu. Sedangkan perkembangan ialah memperlihatkan suatu proses tertentu, yakni satu proses yang menuju ke depan dan tak diulang kembali. Dalam perkembangan manusia terjadi perubahan yang sedikit banyak memiliki sifat tetap dan tak bisa diulang.

Dalam study pengetahuan jiwa, perkembangan ialah pengetahuan praktis, yang dengan demikian dituntut pengalamannya di kehidupan setiap hari. Beberapa pakar psikologi perkembangan melakukan study mengenai pengubahan perilaku itu dalam semua transisi kehidupan individu mulai periode konsepsi hingga mati, namun usaha-usahanya banyak diprioritaskan sampai pada masa remaja.

Dengan mengenali periode tertentu, karena itu seseorang akan gampang mengenali bahkan juga memperkirakan sifat dan kecondongan anak dalam periode perubahannya. Tanpa periodisasi kita tidak dapat mengatakan istilah bayi, anak kecil, kanak-kanak, remaja, dewasa dan lain-lain.

Karena dalam tiap istilah itu sudah terdapat di sana terdapatnya periodisasi, yang mana peralihan dari 1 masa ke masa yang lain tidak berlangsung secara mendadak, tetapi terjadi sedikit demi sedikit.

Pada intinya tiap anak sepanjang perkembangannya itu memiliki kehidupan yang tak statis, tetapi dinamis, dan pengajaran yang diberikan kepada mereka semestinya disamakan dengan kondisi mental mereka.

Karena perkembangan itu sebagai hal yang kontinu. Namun agar semakin gampang memahami dan mempersoalkannya, umumnya orang memvisualisasikan perkembangan itu dalam fase atau periode tertentu.

Periodisasi Perkembangan Berdasarkan Ciri Psikologis

Periodisasi ini didasari atas beberapa ciri mental yang mencolok, yang mengidentifikasi periode dalam masa itu. Periodisasi ini disampaikan oleh beberapa pakar, salah satunya ialah Oswald Kroch.

Beberapa ciri psikis yang dipakai Oswald Kroch, yang dilihat ada pada beberapa anak biasanya ialah pengalaman keguncangan jiwa yang dimanifestasikan berbentuk karakter trotz atau karakter "keras kepala". Atas landasan ini, dia membagikan periode perkembangan ke dalam tiga periode, yakni :

  1. Periode anak awal : usia 0-3 tahun. Di akhir periode ini terjadi trotz pertama, yang diikuti dengan anak serba menentang atau melawan seseorang. Masalah ini karena mulai munculnya kesadaran akan kebolehannya untuk mempunyai tekad, hingga dia ingin mengetes tekadnya itu.
  2. Periode keserasian sekolah : umur3-13 tahun. Di akhir periode ini muncul karakter trotz ke-2 , di mana anak mulai serba menentang kembali, senang melawan seseorang, khususnya pada orang tuanya. Tanda-tanda ini sesungguhnya sebagai tanda yang umum, sebagai dampak kesadaran fisiknya, karakter berpikir yang di rasa semakin maju dibanding seseorang, kepercayaan yang dia anggap betul dan lain-lain, tapi yang dirasakan sebagai keguncangan.
  3. Periode kematangan : usia 13-21 tahun, yakni mulai sesudah usainya beberapa gejala trotz ke-2 . Anak mulai mengetahui beberapa kekurangan dan kelebihannya, yang ditemui dengan sikap selayaknya. Dia mulai dapat menghargai opini seseorang, bisa memberi toleransi pada kepercayaan seseorang, karena mengetahui jika seseorang juga memiliki hak yang serupa. Periode berikut yang dimaksud dengan periode bangkitnya atau terciptanya personalitas ke arah kematangan.

Periodisasi Perkembangan Berdasarkan Konsep Didaktis

Landasan yang dipakai untuk menentukan pembagian fase-fase perkembangan ini ialah materi dan langkah bagaimana mendidik anak pada saat tertentu. Pembagian semacam ini di antaranya diberikan oleh Johann Amos Comenius, seorang pakar didik di Moravia.

Dia membagikan fase perkembangan berdasar pada tingkat sekolah yang ditempati anak sesuai tingkat umur dan menurut bahasa yang didalaminya di sekolah. Pembagian periode perkembangan itu ialah :

  1. 0-6 tahun = sekolah ibu, sebagai periode meningkatkan pancaindra dan mendapatkan knowledge base di bawah bimbingan ibunya di lingkungan rumah tangga.
  2. 6-12 tahun = sekolah bahasa ibu, sebagai periode anak meningkatkan daya ingatnya di bawah pengajaran sekolah rendah. Pada periode ini, mulai diberikan bahasa ibu (vernacula)
  3. 12-18 tahun = sekolah bahasa latin, sebagai periode meningkatkan daya pikirnya di bawah pengajaran sekolah menengah (gymasium). Pada periode ini mulai diberikan bahasa latin sebagai bahasa asing.
  4. 18-24 tahun = sekolah tinggi dan pengembaraan, sebagai periode meningkatkan tekadnya saat menentukan suatu lapangan hidup yang berjalan di bawah perguruan tinggi.

Periodisasi Perkembangan Berdasarkan Ciri Biologis

Titik berat pembagian fase perkembangan ini didasari pada beberapa tanda perubahan fisik anak, atau didasari atas proses biologis tertentu. Periodisasi perkembangan semacam ini seperti yang disampaikan oleh Aristoteles, Elizabeth B. Hurlock, Maria Montessori, dan Sigmund freud. Lebih lanjutnya sebagai berikut.

Menurut Aristoteles

Dia membagi tahap perkembangan manusia semenjak lahir sampai umur 21 tahun ke dalam tiga periode, di mana tiap tahap mencakup periode tujuh tahun, yakni :

  1. Tahap anak kecil atau periode bermain (0-7) tahun, yang disudahi dengan peralihan gigi.
  2. Tahap anak sekolah atau periode belajar (7-14) tahun, yang diawali pada tumbuhnya gigi baru hingga munculnya tanda-tanda berfungsinya kelenjar kelamin.
  3. Tahap remaja (pubertas) atau periode pengalihan dari anak menjadi dewasa (14-21) tahun, yang diawali dari mulai bekerjanya kelenjar kelamin sampai akan masuk periode dewasa.

Menurut Elizabeth B. Hurlock

Elizabeth B. Hurlock membagi perkembangan individu berdasar pada konsep biologis atas lima tahap, yakni :

  1. Tahap prenatal (saat sebelum lahir), mulai periode konsepsi sampai proses kelahiran, kurang lebih 280 hari.
  2. Tahap infancy (orok), mulai lahir sampai umur 14 hari
  3. Tahap babyhood (bayi), mulai umur dua minggu sampai kurang lebih umur dua tahun.
  4. Tahap childhood (kanak-kanak), mulai umur dua tahun sampai umur pubertas
  5. Tahap adolescense (remaja), mulai umur 11 dan 13 tahun sampai umur 21 tahun, yang dipisah atas tiga periode, yakni :
    • Periode pre adolescense : mulai umur 11-13 tahun untuk wanita, dan umur kurang lebih satu tahun selanjutnya untuk pria.
    • Periode earlyadolescense :mulai umur 13-14 tahun sampai 16-17 tahun.
    • Periode lateadolescense : saat-saat akhirnya perkembangan seseorang atau nyaris bertepatan dengan periode saat seseorang tengah meniti perguruan tinggi.

Menurut Maria Montessori

Menurut Maria Montessori, pembagian fase-fase perkembangan ini anak memiliki makna biologis, karena perkembangan itu ialah melakukan kodrat alam dengan azas dasar, yakni azas keperluan penting, dan azas aktivitas sendiri. Fase-fase perkembangan itu ialah :

  1. Masa I, usia 0-7 tahun, yakni masa penangkapan dan pengenalan dunia luar dengan pancaindra.
  2. Masa II, usia 7-12 tahun, yakni masa abstrak, di mana beberapa anak mulai memandang tindakan manusia atas landasan baik jelek serta mulai munculnya insan kamil.
  3. Masa III, usia 12-18 tahun, yakni masa penemuan diri dan kesensitifan sosial.
  4. Masa IV, usia 18 ke atas, yakni masa pendidikan perguruan tinggi.

Menurut Sigmund freud

Landasan-landasan pembagiannya ialah pada beberapa cara reaksi sisi-sisi badan tertentu. Fase-fase itu ialah :

1. Fase infantile, usia 0-5 tahun. Fase ini dibagi jadi 3, yakni :

  • Fase oral, usia 0-1 tahun, di mana anak memperoleh kepuasan seksual lewat mulutnya.
  • Fase anal, usia 1-3 tahun, di mana beberapa anak memperoleh kepuasan seksual lewat anusnya.
  • Fase phalis, usia 3-5 tahun, di mana anak memperoleh kepuasan seksual lewat alat kelaminnya.

2. Fase laten, usia 5-12 tahun

Pada fase ini anak terlihat pada kondisi tenang, sesudah terjadi gelombang dan badai pada tiga fase pertama. Pada fase ini, tekanan seksual anak melembek. Anak bisa dengan gampang melupakan tekanan seksualnya dan mengubah perhatiannya pada beberapa masalah yang terkait dengan sekolah dan rekan sejenisnya. Walau energi seksualnya terus berjalan, tapi fase ini ditujukan pada beberapa masalah sosial dan membuat benteng yang kokoh menantang seksualitas.

3. Fase pubertas, 12-18 tahun

Dalam fase ini dorongan-dorongan mulai ada kembali, dan jika dorongan-dorongan ini bisa ditransfer dan disublimasikan secara baik, anak akan sampai pada periode kematangan paling akhir, yakni fase genital.

4. Fase genital, usia 18-20 tahun

Pada fase ini, dorongan-dorongan seksual yang pada periode laten bisa dikatakan sedang tidur, sekarang berkobar kembali, dan mulai benar-benar tertarik pada lawan jenis. Dengan perkataan lain, seksualitas pada fase ini memiliki sifat lebih terukur serta lebih diperuntukkan untuk maksud reproduksi dengan dibarengi bumbu cinta.

Pada fase ini, perselisihan intern lebih konstan dan seseorang bisa menggapai susunan ego yang kuat agar bisa terkait dengan dunia realitas. Perolehan ego bagus yang diimpikan pada akhirnya bisa diraih, yakni dengan keselarasan di antara cinta dan kerja.

Periodisasi Perkembangan Berdasarkan Konsep Tugas Perkembangan

Periodisasi perkembangan ialah bermacam ciri-ciri perkembangan yang diinginkan muncul dan dipunyai tiap anak pada tiap periode dalam masa perubahannya. Periodisasi semacam ini salah satunya disampaikan oleh Robert J. Havighurst, yakni :

  1. Periode bayi dan kanak-kanak: usia 0-6 tahun.
  2. Periode sekolah atau tengah kanak-kanak: usia 6-12 tahun.
  3. Periode remaja: usia 12-18 tahun.
  4. Periode awal dewasa: usia 18-30 tahun.
  5. Periode dewasa pertengahan: usia 30-50 tahun
  6. Periode tua: usia 50 tahun ke atas.

Periodisasi Perkembangan Berdasarkan Konsep Islam

Menurut ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadits Nabi SAW. Sebagai landasan khusus pertimbangan Islam, periodisasi perkembangan individu secara garis besarnya bisa diperbedakan atas tiga masa, yakni :

  1. Masa Pra-konsepsi, adalah perkembangan manusia saat sebelum periode pembuahan sperma dan ovum. Walau pada masa ini bentuk manusia belum tercipta, tapi perlu disampaikan jika ini terkait dengan "bibit" manusia, yang bakal memengaruhi kualitas generasi yang bakal dilahirkan nantinya.
  2. Masa Pra-natal, yakni masa perkembangan manusia yang diawali pada pembuahan sperma dan ovum sampai periode kelahiran. Masa ini dipisah atas empat masa, yakni:
    • Masa nuthfah (zigot), dimulai semenjak pembuahan sampai umur 40 hari dalam kandungan
    • Masa ‘alaqah (embrio) sepanjang 40 hari
    • Masa mudghah (janin) sepanjang 4 hari
    • Masa peniupan ruh ke dalam jasad janin dalam kandungan sesudah genap berumur empat bulan.

Masa kelahiran sampai wafat, yang terdiri dari beberapa masa, yakni :

  1. Masa neo-natus, dimulai dari kelahiran sampai kurang lebih minggu ke-4.
  2. Masa al-thifl (kanak-kanak), dimulai dari umur 1 bulan sampai umur seputar 7 tahun.
  3. Masa tamyiz, yakni tahap di mana anak mulai sanggup membandingkan yang bagus dan yang jelek, yang betul dan yang keliru. Tahap ini diawali kurang lebih umur 7 - 12 atau 13 tahun.
  4. Masa baligh, yakni masa di mana anak sudah capai umur muda, diikuti dengan mimpi untuk lelaki dan haid untuk wanita. Pada periode ini, anak sudah mempunyai kesadaran penuh akan dirinya, hingga dia diberi beban tanggung jawab. Masa ini disebutkan dengan masa perilaku cendekiawan seseorang menggapai keadaan puncak, hingga sanggup membandingkan sikap yang salah dan benar, baik dan jelek. Masa ini dimulai umur kurang lebih 15-40 tahun.
  5. Masa kearifan dan kebijakan, yakni masa di mana seseorang sudah mempunyai tingkat kesadaran dan kepandaian emosional, kepribadian, religius dan agama secara mendalam. Masa ini disebutkan dengan fase auliya' wa anbiya', yakni masa di mana sikap manusia dituntut seperti sikap yang diperankan oleh Nabi SAW. Masa ini dimulai umur 40 tahun sampai wafat.
  6. Masa kematian, yakni periode di mana nyawa sudah raib dari jasad manusia. Raibnya nyawa memperlihatkan pisahnya ruh dan jasad manusia, yang merupakan akhirnya kehidupan dunia. Masa kematian diawali terlebih dulu dengan adanya naza', yakni awal pencabutan nyawa oleh malaikat Izrail.

Referensi :

  • Desmita. "Psikologi Perkembangan Peserta Didik". Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
  • Djawad, M.dahlan. "Psikologi Perkembangan Anak dan Remaja (cet. 1)". Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
  • Ajhuri, Kayyis Fithri. 2019. "Psikologi Perkembangan (Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan)". Yogyakarta: Penebar Media Pustaka.
Article Policy: Diperbolehkan mengambil sebagian artikel ini untuk tujuan pembelajaran dengan syarat menyertakan link sumber. Mohon koreksi jika ditemukan kesalahan dalam karya kami.
Tutup Komentar