Skip to main content

Hakikat Belajar dan Pembelajaran (The Essence of Learning)

Table of Content [ ]

Pojokbaca.org - Manusia dilahirkan ke dunia dibekali akal oleh Tuhan. Tak heran jika manusia disebut sebagai makhluk terkepo, rasa ingin tahu yang dalam memaksa manusia untuk terus belajar. Metode pembelajarannya pun berbeda-beda, ada yang hanya membaca, menulis, mendengarkan, dan sebagainya.

Tapi sobat semua pernah kepo nggak mengenai hakikat dari belajar itu. Baik itu disengaja atau tidak disengaja, sebenarnya setiap hari tanpa disadari kita telah melakukan aktivitas belajar. Tapi apa sih hakikat belajar itu ? ingin tahu kan apa hakikat belajar itu ? makanya simak terus tulisan ini sampai akhir, agar kita semua tahu hakikat dari belajar itu sendiri.

Apa itu Belajar ?

Belajar merupakan aktivitas yang dilaksanakan dengan menyengaja / tidak menyengaja tiap pribadi, sehingga berlangsung pengubahan dari yang semula tak paham menjadi paham, dari yang tak bisa berjalan menjadi bisa berjalan, dari tak dapat membaca menjadi dapat membaca, dsb. Belajar ialah proses pengubahan pribadi yang berkaitan dengan lingkungan sekelilingnya menuju kepada tujuan yang lebih baik lagi atau malah tidak baik.

Menurut Lindgren belajar sebagai proses pengubahan perilaku yang relatif tetap dan pengubahan itu karena ada hubungan pribadi yang berkaitan dengan lingkungannya.

Heinich (1999) menjelaskan kalau belajar ialah proses rutinitas peningkatan pengetahuan, ketrampilan / sikap sebagai hubungan individu dengan informasi dan lingkungan, maka itu dalam proses belajar dibutuhkan penyeleksian, pengaturan serta pengutaraan info pada lingkungan yang sama dan lewat hubungan peserta didik dengan lingkungannya.

Gredler  menekankan dampak lingkunganlah yang paling kuat dalam proses belajar, study belajar bukan sekadar latihan akademis, ia merupakan faktor penting baik untuk pribadi atau masyarakat. Belajar sebagai pangkal untuk perkembangan masyarakat di hari esok.

Setiap individu bisa melaksanakan belajar dengan melalui cara berbeda-beda. Ada yang belajar dengan menyaksikan, menemukan atau dengan mengikuti. Sebab lewat belajar individu bakal merasakan perkembangan serta pengubahan pada dirinya baik itu secara psikis ataupun fisik.

Secara fisik bila yang didalami terkait dengan dimensi motorik. Secara psikis bila yang didalami berbentuk dimensi afeksi. Secara kognitif bila yang didalami dalam bentuk ilmu baru. maka pada hakikatnya belajar pada ranah ini juga bakal bergesekan dengan ranah afektif dan dengan ranah psikomotorik. Ke-3 ranah ini saling terkait satu dengan lainnya.

Belajar ialah rutinitas menuju arah kehidupan yang lebih bagus lagi. Proses belajar terdiri atas 3 tingkatan, yakni informasi, transformasi & evaluasi. Yang diartikan dengan tingkatan informasi ialah proses keterangan, penguraian / pembimbingan berkenaan dengan susunan pengetahuan, ketrampilan serta tabiat.

Tingkatan transformasi ialah proses pengalihan / perpindahan susunan tersebut ke diri peserta didik. Proses ini dilaksanakan lewat informasi. Sedang, pembelajaran ialah proses hubungan antara peserta didik dan pengajar, atau hubungan peserta didik dengan sumber belajar dalam suatu lingkungan.

Belajar ialah proses pengubahan tingkah laku lantaran pengalaman & training. Maknanya, tujuan belajar yakni pengubahan perilaku, baik itu menyangkut ilmu, ketrampilan atau perilaku, bahkan juga mencakup seluruh faktor organisme atau individu. Aktivitas belajar mengajar seperti mengorganisasi pengalaman dari belajar, memproses aktivitas belajar mengajar, memandang proses serta hasil belajar, termasuk juga tanggung jawab seorang pengajar.

Dengan begitu makin banyak upaya belajar tersebut dilaksanakan maka akan semakin banyak & baik terhadap pengubahan yang didapat. Pengubahan yang memiliki sifat aktif maknanya jika pengubahan itu tidak berlangsung dengan sendirinya namun lantaran upaya sendiri.

Ranah Belajar Menurut Bloom

Pada proses belajar tentu ada suatu arah yang ingin diraih, terdapat banyak hal yang jadi tujuan belajar. Kategorisasi hasil belajar menurut Benyamin Bloom (Nana Sudjana, 2010: 22-23), yakni:

  1. Ranah kognitif, terkait dengan hasil belajar intelektual yang terdiri atas 6 faktor yang mencakup pengetahuan, wawasan, terapan, analisis, sintesis, dan penilaian.
  2. Ranah afektif, terkait dengan perilaku yang terdiri atas 5 faktor yang mencakup penerimaan, jawaban, evaluasi, organisasi, serta internalisasi.
  3. Ranah psikomotorik, terkait dengan hasil belajar berbentuk ketrampilan serta kapabilitas mengerjakan suatu tindakan, mencakup enam faktor yaitu gerakan refleks, ketrampilan gerak dasar, kebolehan perceptual, keakuratan, ketrampilan kompleks, dan gerakan ekspresi serta interpretatif.

Hasil dari belajar menjadi bentuk pada proses pembelajaran seterusnya. Pembelajaran bermakna aktivitas belajar yang dilaksanakan pemelajar dan pengajar. Proses belajar sebagai satu mekanisme dalam pembelajaran.

Mekanisme pembelajaran terbagi dalam beberapa bagian yang saling berkaitan satu dengan lainnya, hingga diraih hubungan yang efisien. Dick and Carey menerangkan komponen pada mekanisme pembelajaran ialah pemelajar, pengajar, isi pembelajaran & lingkungan berlangsungnya proses belajar.

Menurut Nana Sudjana mengajar ialah proses memberi tuntunan/pertolongan bagi pemelajar dalam mengerjakan proses belajar.

Pembelajaran ialah suatu gabungan yang tersusun mencakup unsur-unsur manusiawi, material, sarana, pelengkap serta langkah yang saling memengaruhi demi menggapai tujuan pembelajaran. Bisa diambil kesimpulan hakikat belajar mengajar ialah proses penataan yang dilaksanakan oleh guru demi tercapainya tujuan pembelajaran yang sudah diatur.

Ciri Aktivitas Belajar Mengajar

Sebagai satu proses penataan, aktivitas belajar mengajar tidak lepas dari beberapa ciri tertentu, menurut Edi Suardi aktivitas belajar mengajar sebagaimana berikut ini:

1. Belajar mengajar memiliki tujuan

Belajar mengajar mempunyai tujuan, yakni untuk membentuk peserta didik dalam suatu pengubahan tertentu. Inilah yang dimaknai dengan belajar mengajar yang sadar tujuan, dengan memposisikan pemelajar sebagai fokus perhatian. Peserta didik memiliki tujuan, elemen lainnya menjadi pengantar dan pendukung.

2. Ada satu proses (jalannya hubungan) yang diperkirakan, didesain untuk menggapai tujuan yang sudah diputuskan

Agar bisa menggapai tujuan dengan maksimal, karena itu dalam melaksanakan hubungan memerlukan proses, atau langkah-langkah terstruktur dan berkaitan.

Untuk menggapai suatu tujuan yang satu sama yang lain, kemungkinan memerlukan proses dan design yang berlainan juga. Misalkan, tujuan pembelajaran supaya peserta didik bisa memperlihatkan letak kota New York pasti aktivitasya kurang pas jika peserta didik diminta membaca dengan cara membatin; dan lain sebagainya.

3. Aktivitas belajar mengajar diikuti dengan satu pengerjaan materi khusus

Dalam masalah ini materi mesti dibuat sedemikian rupa, hingga pas untuk menggapai tujuan. Tentunya dalam masalah ini butuh mencermati beberapa komponen lainnya, ditambah lagi komponen peserta didik yang merupakan sentra. Materi mesti dibuat dan disiapkan saat sebelum aktivitas belajar mengajar.

4. Ditandai dengan aktivitas anak didik

Sebagai akibat, kalau anak didik sebagai persyaratan mutlak untuk aktivitas belajar mengajar. Aktivitas anak didik dalam masalah ini, baik secara fisik ataupun secara psikis, aktif. Jadi tak ada fungsinya melaksanakan aktivitas belajar mengajar, jika anak didik cuma pasif. Sebab anak didiklah yang belajar, karena itu merekalah yang perlu belajar.

5. Dalam aktivitas belajar mengajar, guru berperanan sebagai pembina

Dalam peranya sebagai pembina, guru mesti berusaha menghidupkan serta memberikan motivasi, supaya berlangsung interaksi yang aman. Guru mesti siap selaku moderator dalam semua keadaan proses belajar mengajar, sehingga guru akan menjadi figur yang disaksikan dan diikuti kelakuannya oleh peserta didik. Guru (akan lebih bagus bersama anak didik) sebagai desaigner akan memimpin berlangsungnya interaksi.

6. Dalam belajar mengajar memerlukan kedisiplinan

Disiplin dalam aktivitas belajar mengajar ini disimpulkan sebagai satu skema perilaku yang ditata sedemikian rupa berdasarkan  ketetapan yang sudah ditaati oleh pihak pengajar ataupun peserta didik secara sadar.

Proses nyata dari kepatuhan dan ketetapan / peraturan itu bakal kelihatan dari penerapan prosesnya. Maka beberapa cara yang dikerjakan sesuai proses yang sudah digariskan. Suatu penyelewengan dari proses bermakna suatu tanda dari pelanggaran disiplin.

7. Ada batasan waktu

Untuk sampai pada tujuan pembelajaran tertentu dalam mekanisme berkelas, batasan waktu jadi salah satunya ciri yang tak biasa ditinggal. Tiap tujuan bakal diberi waktu tertentu, kapan tujuan itu harusnya terwujud.

8. Penilaian

Dari semua aktivitas di atas, penilaian jadi sisi penting yang tidak dapat diacuhkan, sesudah guru melakukan aktivitas belajar mengajar. Evaluasi mesti guru kerjakan guna mengetahui terwujud tidaknya tujuan pengajaran yang sudah ditetapkan.

Jadi, Apa itu Hakikat Belajar ?

Dari sejumlah definisi-definisi di atas bisa diutarakan beberapa hal mengenai hakikat belajar, lebih lanjutnya sebagaimana berikut ini:

  • Belajar adalah proses pengubahan dalam tiap pribadi menuju ke arah yang memperkuat dan menuju ke arah yang bagus lagi.
  • Belajar adalah satu proses pengubahan perkembangan dan pertumbuhan tiap pribadi dengan lingkungannya baik secara fisik ataupun kognitifnya.
  • Belajar ialah hubungan pribadi dengan lingkungannya hingga membentuk personalitas baik emosional, kemahiran, ketrampilan dan sikap.
  • Belajar adalah satu proses upaya sadar yang dilaksanakan oleh pribadi untuk satu pengubahan dari tidak paham menjadi paham, dari tidak mempunyai sikap menjadi berlaku benar, dan dari tidak trampil menjadi trampil mengerjakan suatu hal.
  • Belajar tidak sekedar hanya memetakkan pengetahuan atau informasi yang dikatakan. Tetapi bagaimana mengikutsertakan pribadi secara aktif membuat maupun melakukan revisi hasil belajar yang diterimanya menjadi satu pengalaman yang berguna untuk pribadinya.

Demikian pula, dengan memperoleh pengetahuan, ketrampilan dan menancapkan perilaku/moral sebagai usaha dari perolehan tujuan belajar akan didapat dari hasil belajar itu. Sedang mengenai Pengubahan perilaku peserta didik sebagai hasil belajar lebih dipengaruhi oleh lingkungan. Bila lingkungan sekolah mendidik peserta didik jadi ramah budaya karena itu peserta didik belajar menjadi pribadi yang menyukai budayanya.

Hakikat Pembelajaran

Pengertian pembelajaran tak lepas dari pengertian belajar, belajar dan pembelajaran jadi satu rangkaian rutinitas yang tidak dapat dipisah. Hasil dari belajar yakni bentuk dalam proses pembelajaran seterusnya. Pembelajaran bermakna aktivitas belajar yang dilangsungkan oleh pemelajar dan pembelajar.

Proses belajar jadi satu mekanisme dalam pembelajaran. Mekanisme pembelajaran terbagi atas beberapa komponen yang saling berkaitan hingga didapat hubungan yang efisien.

Dick and Carey menerangkan komponen pada mekanisme pembelajaran ialah pemelajar, pembelajar, bahan pembelajaran dan lingkungan. Dalam kata lain komponen dalam pembelajaran ialah upaya membuat keadaan (lingkungan external) yang kondusif supaya terlaksana proses belajar (keadaan intern) dalam diri pelajar.

Pembelajaran akan sukses dan berjalan dengan efisien jika pada perancangan serta peningkatan berfokus pada karakter pemelajar, mapel dan patokan pada kompetensi dasar, beberapa tujuan pembelajaran yang telah diputuskan / tanda kesuksesan belajar.

Belajar bakalan sukses bila pemelajar secara aktif melaksanakan sendiri proses belajar lewat interaksi dengan bermacam sumber belajar. Sedang pembelajaran itu ialah satu system yang membantu pribadi belajar dan berhubungan dengan sumber belajar dan juga lingkungan.

Pembelajaran bisa diartikan sebagai satu mekanisme belajar yang diperkirakan atau dibuat, dikerjakan, dipelajari secara struktural supaya subyek didik bisa menggapai tujuan pembelajaran secara efisien dan efektif (Komalasari, 2010).

Ada dua prinsip yang tidak bisa dipisah dalam aktivitas pembelajaran yakni belajar dan mengajar. Belajar mengacu ke apa yang dilaksanakan pelajar, sedang mengajar merujuk ke apa yang dilakukan oleh guru (Mufarrokah, 2009).

Menurut Reigeluth dalam mendukung proses pembelajaran terdapat 3 faktor pembelajaran yakni faktor keadaan pembelajaran, sistem dan faktor hasil pembelajaran.

Lebih detilnya, keadaan pembelajaran menjadi awalan dari taktik pembelajaran guna menggapai hasil pembelajaran. Sedang sistem pembelajaran lebih mengutamakan pada komponen-komponen taktik pembelajaran, pengutaraan dan pengendalian pembelajaran. Dan untuk menggapai hasil pembelajaran, Reigeluth lebih memfokuskan bentuk pembelajaran yang efektivitas, efesiensi serta memiliki daya tarik.

Ke-3 faktor pembelajaran itu menurut Reigeluth saling berkaitan, hubungan dari faktor itu membentuk dua wujud jalinan antar faktor yang dikenali dengan teori deskriptif dan teori preskriptif.

Proses belajar dan pembelajaran bukanlah suatu hal yang gampang dikerjakan tanpa teori-teori yang memberikan dukungan untuk menjalankannya.

Beberapa aktor pembelajaran dan bermacam komponen pengajaran/pembelajaran harus benar-benar jeli dan selective terhadap teori belajar yang ada. Mereka mesti betul-betul pas dalam mengaplikasikan teori yang sesuai keadaan / kondisi pemelajar. Bila keliru dalam mengaplikasikannya, maka memungkinkan banyak pihak yang menjadi korban, apakah itu negara, lembaga pendidikan, atau pemelajar.

Komponen Khusus Desain Pembelajaran

Desain sistem pembelajaran ialah pembuatan rutinitas dan program pembelajaran yang efisien, efektif, serta menarik. Design sistem perlu diterapkan secara terstruktur dan sistematis agar memberi efek yang maksimal pada proses dan program pembelajaran.

Dalam praktiknya, desain sistem pembelajaran bisa diimplementasikan ke semua tingkatan secara terstruktur dan sistematis agar memberi efek yang maksimal pada proses dan program pembelajaran. Dalam praktiknya, desain sistem pembelajaran bisa diimplementasikan ke semua tingkatan dan unit pengajaran.

Pada skala micro, proses desain sistem pembelajaran dilaksanakan dalam saat yang relatif pendek misalkan perancangan aktivitas pembelajaran yang memiliki sifat harian.

  • Komponen khusus dari desain pembelajaran ialah:
  • Tujuan Pembelajaran (umum dan khusus), Ialah penjelasan kompetensi yang bakal dikuasai oleh peserta didik.
  • Peserta didil (pihak yang menjadi focus) yang harus dipahami mencakup, karakter mereka, kebolehan dan kriterianya.
  • Riset Pembelajaran, adalah proses menganalisa topik atau materi yang akan didalami.
  • Taktik Pembelajaran, bisa dilaksanakan secara makro dalam periode setahun atau micro dalam periode satu aktivitas belajar mengajar. Bahan Ajar, ialah pola materi yang akan dikasih ke peserta didik.
  • Penilaian Belajar, mengenai pengukuran kebolehan atau kompetensi yang sudah  terkuasai atau belum.

Implikasi atau pengutaraan materi pembelajaran sebagai cara dari sistem design pembelajaran. Cara implikasi kerap diasumsikan dengan pelaksanaan program pembelajaran tersebut. Cara ini memiliki artian terdapatnya pengutaraan materi pembelajaran dari guru ke peserta didik.

Hakikat Belajar dan Pembelajaran

Dengan merujuk banyak keterangan di atas, benang merah dari pembahasan ini bisa kita ambil beberapa rangkuman, bahwa belajar ialah satu aktivitas sadar yang dikerjakan oleh pribadi lewat latihan ataupun pengalaman yang menciptakan pengubahan perilaku yang mencakup aspek kognitif, afektif dan psikomotorik.

Pada hakikatnya belajar ialah perubahan tabiat atau tingkah laku dalam diri seseorang. Sedang Pembelajaran sebagai satu sistem atau proses membelajarkan subyek didik yang diperkirakan, dikerjakan, dipelajari secara struktural supaya subyek didik bisa menggapai tujuan pembelajaran secara efektif dan efisien.

Pembelajaran pada hakikatnya ialah proses hubungan di antara peserta didik dengan pendidik atau dengan lingkungan, hingga terjadi pengubahan sikap yang mengarah kepada perilaku yang lebih bagus lagi.

Pembelajaran dilihat dari 2 sudut pertama sebagai satu sistem (terbagi dalam beberapa komponen yaitu tujuan pembelajaran, media pembelajaran, pengorganisasian kelas, penilaian pembelajaran, dan tindak lanjut pembelajaran).

Kedua pembelajaran ialah satu proses (terbagi dalam aktivitas yang dilaksanakan guru dimulai dari perencanaan, penerapan aktivitas sampai penilaian dan program tindak lanjut).

Referensi :

  • Lindgren, Henry Clay. 1976. "Educational Psychology in the Classroom". (Toronto : John Wiley & Sons, Inc)
  • Heinich, Robert, et al. 1999. "Instructional Media and Technology for Learning". (New Jersey : Prentice Hall)
  • Gredler, Margareth E. 2011. "Learning and Instruction: Teori dan Aplikasi". (Jakarta : Kencana)
  • Gagne, Briggs J. 2008. "Principles of Instructional Design, Second Edition" (New York: Holt Rinehart and Winston)
  • Sudjana, Nana. 2010. "Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar". (Cet. XV). Bandung: PT. Ramaja Rosdakarya
  • Dick Walter, Lou Carey, James O.Carey. 2001. "The Sistematic Design of Instruction". (New Jersey: Pearson)
  • Charles M. Regeluth. 1999. "Instructional Design Theories and Models, An Overview of Their Current Status". (New York: Routledge)
  • Faizah, Silviana Nur. 2017. "HAKIKAT BELAJAR DAN PEMBELAJARAN". At-Thullab: Jurnal Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah. Volume 1 Nomor 2
Article Policy: Diperbolehkan mengambil sebagian artikel ini untuk tujuan pembelajaran dengan syarat menyertakan link sumber. Mohon koreksi jika ditemukan kesalahan dalam karya kami.
Tutup Komentar