Skip to main content

Aturan Baru Mendikbusristek Nadiem Makarim, Mahasiswa S1 Tidak Wajib Buat Skripsi?

Table of Content [ ]
Aturan Baru Mendikbusristek Nadiem Makarim, Mahasiswa S1 Tidak Wajib Buat Skripsi?, (Dok. YouTube Kemendikbud RI).

Pojokbaca.org - Nadiem Anwar Makarim, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) menerbitkan peraturan baru yang tidak mewajibkan skripsi sebagai syarat kelulusan mahasiswa S1 dan D4. Ketentuan ini tertuang dalam Permendikbudristek RI No. 53 Tahun 2023 Tentang Penjaminan Mutu Pendidikan Tinggi yang dikeluarkan pada 18 Agustus 2023.

Dalam peraturan tersebut program studi pada program sarjana atau sarjana terapan diberikan kebebasan untuk menentukan sendiri tugas akhir mahasiswa dengan sejumlah pilihan. Pilihan itu dapat berupa prototipe, proyek, atau bentuk tugas akhir lain yang sejenis baik secara individu maupun kelompok. Dengan kata lain, skripsi bukan lagi menjadi satu-satunya tugas akhir yang harus dipenuhi mahasiswa untuk lulus dari perguruan tinggi.

Dalam diskusi Merdeka Belajar Eps. 26 Transformasi Standar Nasional dan Akreditasi Pendidikan Tinggi, Nadiem Anwar Makarim menjelaskan bahwa ada berbagai macam cara yang dapat dilakukan untuk menunjukkan kompetensi lulusan. Karena ada berbagai program studi yang menunjukkan kompetensinya dengan cara yang berbeda-beda.

"Ada berbagai macam prodi yang mungkin cara kita menunjukkan kemampuan kompetensinya itu dengan cara lain. Apalagi kalau vokasi, apakah penulisan karya ilmiah yang dipublish secara sintifik itu adalah cara yang tepat untuk mengukur kompetensinya dalam technical skill itu", jelas Nadiem dikutip dari streamed live kanal YouTube KEMENDIKBUD RI, Selasa (05/09/2023).

Lebih lanjut, Nadiem menambahkan dalam akademik juga sama. Misalnya seseorang dalam bidang konservasi lingkungan apakah yang mau dites itu kemampuan menulis suatu skripsi secara saintifik. Atau yang mau dites itu adalah kemampuan dia dalam mengimplementasikan project di lapangan?.

"Ini seharusnya bukan lagi Kemendikbudristek yang menentukan standar kelulusan, setiap kepala prodi memiliki kemerdekaan untuk menentukan bagaimana caranya mengukur standar kelulusan capaian mereka sendiri", ucapnya.

Article Policy: Diperbolehkan mengambil sebagian artikel ini untuk tujuan pembelajaran dengan syarat menyertakan link sumber. Mohon koreksi jika ditemukan kesalahan dalam karya kami.
Tutup Komentar