Skip to main content

Teori Berpikir dalam Ilmu Psikologi

Table of Content [ ]

Pojokbaca.org - Dalam dunia ilmu psikologi, konsep berpikir merupakan salah satu hal yang sangat menarik untuk dipelajari. Bagaimana manusia memproses informasi, membuat keputusan, dan menafsirkan dunia sekitarnya telah menjadi subjek penelitian yang mendalam. Dari perspektif psikologi, terdapat berbagai teori yang mencoba menjelaskan fenomena kompleks ini. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi beberapa teori berpikir dalam ilmu psikologi.

Pengertian Berpikir

Berpikir adalah sebuah aktivitas di mana seseorang menimbang, memutuskan dan mencari jalan keluar dari satu permasalahan berdasarkan informasi dan pengalaman dalam kehidupannya. Beberapa ahli memberikan pengertian mengenai berpikir baik pada umumnya ataupun secara khusus.

Menurut Soemanto (2006: 31), berpikir berarti menempatkan jalinan antar bagian pengetahuan yang didapat manusia. Adapun yang diartikan pengetahuan di sini meliputi semua ide & pemahaman yang telah didapat manusia.

Menurut Langrehr (2006), ada tiga tipe informasi yang disimpan dalam otak manusia, yaitu

  1. Isi (konten) yakni apa yang dipikir mengenai bermacam lambang, angka, kata, kalimat, bukti, ketentuan, sistem, dsb;
  2. Perasaan (feelings) mengenai isi;
  3. Pertanyaan (questions) yang dipakai untuk mengolah atau untuk menggunakan isi.

Karenanya, seorang anak bisa mempunyai tiga kepandaian, yaitu kepandaian isi, kepandaian emosional, dan kepandaian mengolah. Dalam berpikir, seseorang akan memfokuskan pemikiran mengenai hal tertentu, baik nyata atau tidak nyata, hingga secara sadar mempunyai pengetahuan berkenaan dengan hal tersebut.

Sebagai contoh, seorang ilmuwan terkemuka, Albert Einstein memikirkan dirinya sendiri tengah berada pada secercah sinar. Hingga, segala hal yang terkonsentrasi dalam pemikiran sebagai satu hal yang tidak nyata, tetapi mengetahui secara landasan bagaimana kondisi hal itu terjadi.

Sedangkan dilihat secara umum, pengertian berpikir adalah bertumbuhnya gagasan & ide (Bochhenski, dalam Suriasumantri (ed), 1983:52) di dalam diri seseorang. Perubahan gagasan dan ide ini berjalan melalui proses penjalinan interaksi antara beberapa bagian informasi yang ada pada diri seorang.

Teori Berpikir Kognitif

Salah satu pendekatan yang dominan dalam memahami berpikir manusia adalah melalui lensa teori kognitif. Menurut teori ini, berpikir adalah suatu proses internal yang melibatkan manipulasi simbol-simbol mental, seperti konsep, ingatan, dan persepsi.

Teori Kognitif menganggap bahwa pikiran manusia beroperasi seperti komputer, dengan masukan (input), pemrosesan (processing), dan keluaran (output). Para ahli kognitif mempelajari bagaimana informasi diproses, disimpan, dan diambil oleh otak manusia.

Teori Berpikir Gestalt

Sementara teori kognitif menekankan pada proses mental yang berlapis-lapis, Teori gestalt memberikan penekanan pada kesatuan atau pola yang muncul dalam proses berpikir manusia.

Menurut teori gestalt, manusia cenderung untuk mengorganisir informasi menjadi bentuk-bentuk yang berarti dan bermakna. Sebagai contoh, ketika melihat sebuah gambar, manusia cenderung melihatnya sebagai keseluruhan, bukan sekumpulan bagian yang terpisah.

Teori Berpikir Sosial

Dalam situasi sosial, berpikir manusia juga dipengaruhi oleh interaksi dengan orang lain. Teori sosial dalam psikologi mengakui peran pentingnya lingkungan sosial dalam membentuk proses berpikir individu. Manusia cenderung mempengaruhi dan dipengaruhi oleh norma, nilai, dan harapan sosial dalam pengambilan keputusan dan penyelesaian masalah.

Teori Berpikir Perkembangan

Tidak hanya proses berpikir dipengaruhi oleh lingkungan dan sosial, namun juga berkembang seiring dengan pertumbuhan dan pengalaman individu. Teori perkembangan menggambarkan bagaimana kemampuan berpikir manusia berkembang dari masa kanak-kanak hingga dewasa. Misalnya, teori Piaget tentang tahap-tahap perkembangan kognitif menyatakan bahwa anak-anak mengalami perubahan pola berpikir mereka seiring bertambahnya usia dan pengalaman.

Penutup

Dalam ilmu psikologi, berpikir manusia merupakan subjek yang luas dan kompleks untuk dipelajari. Dari berbagai teori berpikir yang telah dijelaskan di atas, dapat disimpulkan bahwa berpikir melibatkan proses kognitif yang kompleks, dipengaruhi oleh konteks sosial dan lingkungan, serta berkembang seiring waktu dan pengalaman individu.

Memahami teori-teori ini dapat memberikan wawasan yang mendalam tentang kerumitan dan keunikannya. Semoga artikel ini memberikan sudut pandang yang menarik dalam memahami teori berpikir dalam ilmu psikologi.

Post Terlama
Article Policy: Diperbolehkan mengambil sebagian artikel ini untuk tujuan pembelajaran dengan syarat menyertakan link sumber. Mohon koreksi jika ditemukan kesalahan dalam karya kami.
Tutup Komentar